Postingan

Risalah Persatuan Untuk Islam Nusantara Berkemajuan

Gambar
Indonesia memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) yang diusung oleh bapak proklamator Soekarno dan Hatta yang merupakan pondasi persatuan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bak kata-kata “Abrakadabra”, Bhineka Tunggal Ika ternyata juga dapat menjadi simbol untuk memunculkan suatu hal yang sangat menakjubkan. Persatuan. Ya, persatuan adalah suatu hal yang sangat menakjubkan. Tidak main-main, semboyan ini bahkan dapat menyatukan 1340 suku dengan 1211 bahasa dengan berbagai adat dan watak yang berbeda menjadi satu kesatuan NKRI. Simbol ini dapat menyatukan Suku Sunda dan Jawa yang konon penuh dengan perseturuan, Suku Batak hingga Suku Arfak, Amungme, Dani, dll yang berada di daerah Papua untuk bersatu mengumandangkan Indonesia Raya. Absolutely Amazing! Beralih dari Indonesia ke agama Islam yang merupakan agama mayoritas di Indonesia. Islam di Indonesia memiliki beragam kelompok ataupun ormas mulai dari Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Persis, FPI, Tar...

Balada Qatar

Gambar
Balada Qatar; Ketika Adik Mungil Dikeroyok 5 Saudara dan 3 Tetangganya (Sebuah Komentar Mengenai Blokade Qatar) Di negara Arab, Saudi adalah kakak tertua. Qatar, adalah adik yang berbadan kecil yang hanya mempunyai berat badan 2,2 juta jiwa. Karena sang adik dianggap tidak mau mengikuti kemauan si kakak, akhirnya si kakak ini, menggunakan powernya untuk menggebuk adiknya. Uniknya, Saudi mengajak 4 saudaranya (Bahrain, Mesir, Yaman, dan UEA), serta 3 tetangganya (Mauritius, Mauritania, dan Maladewa), untuk bareng-bareng "nggebuki" adiknya ini. Parahnya lagi, istri dan anak-anak (rakyat) si Qatar ini, juga ikut digebuki. Hal itu terbukti karena Saudi CS tidak hanya memutuskan hubungan diplomatik, tapi juga blokade ekonomi. 40% sumber makanan Qatar berasal dari perbatasan darat Saudi (Qatar hanya memiliki perbatasan darat dengan Saudi). Sejak blokade saja, sudah banyak sekali truk bahan makanan Qatar yang berhenti diperbatasan. Tidak lama setelah pemutusan h...

Uwais al-Qarni: Ketaatan pada orang tua

(repost) Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat  berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan. "Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan. Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit....

Catatan Santri; Niup Terompet Tahun Baru Haram?

Gambar
Tahun bar(t)u Kalau niup terompet itu haram karena budaya Yahudi atau remason, kira-kira malaikat isrofil pas kiamat nanti ganti niup apa? Tapi kenapa si harus tiup terompet segala? Satu negara lagi. Ntar kalo malaikat isrofil ikutan niup terompetnya gimna?? Hanya karena menurut kita buruk, bukan berarti hal itu haram. Meskipun memang, banyak sesuatu yang lebih baik untuk tidak dilakukan. Umat islam bingung dengan islam. Persis seperti kata nabi: Allah tidak mencabut ilmu secara langsung, akan tetapi denganvcara memwafatkan ulama. Lalu umat akan meminta fatwa dari orang yang tak tahu ilmunya. Jadinya ya gitu, sesat plus dapet bonus menyesatkan. Ilmunya bersanad 'aali ke Syekh Al'allamah Google. Parahnya, pas diajak ikut kata-kata ulama, masih banyak yang angkuh dengan kebodohannya dan terlalu gengsi karena harga dirinya. Jadi ingat kata-kata guru di pondok dulu; salah satu yang mencegah hidayah, adalah kesombongan. Terlalu tinggi harga dirinya untuk mengakui kebod...

Catatan Santri; Menolong Agama Allah

Gambar
Cara menolong agama Allah; ikuti ahlinya dan konsen dengan keahlian masing-masing Aku melihat seorang apoteker berdebat menenai permasalahan "sholat tahiyyatul masjid ketika khutbah Jumat". Mereka mencoba mentarjih antar madzhab. Lalu aku berkata: "Kenapa kamu tidak menolong islam di bidangmu saja? Islam itu dalam bidang perobatan masih kalah telak. Kalau musuh islam mau meracuni umat islam, pasti kita akan kalah, karena kalian tidak mampu menandingi mereka. Apa tidak sebaikn ya kamu dan teman-temanmu itu berbuat sesuatu untuk islam di bidang yang masih kosong, daripada kamu masuk kebidang yang Imam Malik dan Imam Syafi'i sudah berbicara didalamnya?" Syekh Muhammad Gozali (w.1416 H/1996 M) Perkataan syekh Gozali ini, jika mau diterapkan dizaman sekrang jadinya seperti ini: Masalah maulid, natal, tahun baru, awal bulan hijriyah dll, serahkan saja pada ahlinya, yaitu ulama. Ikuti aja kata-kata ulama. Kita masing-masing berkonsentrasi pada bidang masing-m...

Catatan Santri: Berakhlak kepada sang Khaliq (1)

Gambar
Berakhlak kepada sang Khaliq (1) Ya allah, aku hambamu ingin bersyukur padaMu akan nikmatMu. Akan tetapi Engkaulah yang memberikan ilham padaku agar bersyukur padaMu. Maka syukurku padaMu mengharuskanku bersyukur atas nikmat ilham dan taufiqMu yang membuatku bisa bersyukur padaMu. Dan berputar seperti itu. Engkaulah pencipta segala sesuatu, dan Engkaulah yang maha latif dalam segala keadaan. Syekh Ramadhan al-Buthy... *Bahkan untuk bersyukur saja, sejatinya manusia itu lemah.

Catatan Santri: Berakhlak kepada Sang Khaliq (2)

Gambar
Berakhlak kepada sang Khaliq (2) Kelak jika Allah bertanya kepadaku tentang "Dengan membawa apa kamu datang kepadaKu?" Aku berharap mulut ini tidak berkata "Ya rabb, aku datang dengan amalku". Semoga Allah memudahkan mulut ini berucap "Ya Rabb, aku hanyalah hamba, dan seorang hamba tidak punya apa-apa untuk dibawa kepada Tuhannya. Ya Rabb, aku datang dengan pengharapan terbesarku akan ampunanMu dan rahmatMu". Mengambil hikmah dari sang guru Asy-Syahid Ramadhan al-Buthy.