Jangan suka berteman dengan orang pelit
Kata Gus Baha, watak itu sifatnya saling mencuri/ mempengaruhi. Watak kita adalah hasil dari pengaruh orang-orang sekeliling kita. Orang yang biasanya dermawan biasanya karena sekelilingnya adalah orang yang dermawan. Begitu juga sebaliknya. Contoh sederhana dan lumrah terjadi adalah budaya “nyumbang” ketika tetangga ada hajatan. Mulanya budaya ini adalah budaya gotong royong meringankan beban tetangga yang hajatan. Yang bisa bantu beras, bantu beras. Yang punya teh dan gula, bantu teh dan gula. Yang bisanya bantu tenaga, bantu dengan tenaga. Tapi, lama kelamaan, budaya ini menjadi budaya transaksional. Dimana kebanyakan penyumbang memilih untuk menyumbang uang dengan alasan biar nggak repot mikir, nggak repot bawa, dan si penerima lebih fleksibel membelanjakanya. Disini, watak pelit dan perhitungan mulai bermunculan. Kalau saya nyumbang 100.000 pada si A, berarti besok ketika saya ada hajatan, si A diwajibkan secara sosial untuk nyumbang 100.000 kepada saya. Atau dalam pengalaman saya...