Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nasehat

Jangan suka berteman dengan orang pelit

Kata Gus Baha, watak itu sifatnya saling mencuri/ mempengaruhi. Watak kita adalah hasil dari pengaruh orang-orang sekeliling kita. Orang yang biasanya dermawan biasanya karena sekelilingnya adalah orang yang dermawan. Begitu juga sebaliknya. Contoh sederhana dan lumrah terjadi adalah budaya “nyumbang” ketika tetangga ada hajatan. Mulanya budaya ini adalah budaya gotong royong meringankan beban tetangga yang hajatan. Yang bisa bantu beras, bantu beras. Yang punya teh dan gula, bantu teh dan gula. Yang bisanya bantu tenaga, bantu dengan tenaga. Tapi, lama kelamaan, budaya ini menjadi budaya transaksional. Dimana kebanyakan penyumbang memilih untuk menyumbang uang dengan alasan biar nggak repot mikir, nggak repot bawa, dan si penerima lebih fleksibel membelanjakanya. Disini, watak pelit dan perhitungan mulai bermunculan. Kalau saya nyumbang 100.000 pada si A, berarti besok ketika saya ada hajatan, si A diwajibkan secara sosial untuk nyumbang 100.000 kepada saya. Atau dalam pengalaman saya...

Kitab dan Terjemahan Kitab Adabu Ta'lim Wa Muta'allim Karya KH Hasyim Asyari

Assalamualaikum. Silahkan download Kitab berbahasa Arab dan Terjemahan Kitab Adabu Ta'lim Wa Muta'allim Karya KH Hasyim Asyari Kitab Adab Ta'lim wa Mut'allim Bahasa Indonesia Kitab Adabu Ta'lim wa Muta'allim berbahasa Arab

Kata-Kata Hikmah (6)

Gambar
“ Sesungguhnya , seluruh problematika umat manusia bersumber dari “ kelalaian ” atau “ kebodohan ”. Dan tidak ada penawarnya , kecuali dengan “ Cahaya Ilmu ” dan “ Cahaya Zikir ”.” (Habib Umar bn Hafidz)

Kata-Kata Hikmah (5)

Gambar
“ Kesadaran sebelum berusaha Dan Belajar sebelum berbicara ." Syekh Ali Jum'ah

Kata-Kata Hikmah (4)

Gambar
“ Tidak melihat permasalahan secara utuh dan sempurna adalah sebuah bencana besar yang terjadi dalam ( tubuh ) umat , dan menjerumuskan kita ke dalam pertikaian internal, yang tidak akan dimenangkan oleh siapapun .” Syekh Abdullah Bin Bayah

Kata-Kata Hikmah (3)

Gambar
“ Tidak mengetahui tentang “ sebuah perbedaan ”, membuat seseorang sempit ( jumud ) dan tidak mampu melihat suatu kebaikan dari orang lain. Dan kemudian , hal yang paling mudah baginya memvonis mereka dg kekafiran , kefasikan , dan bidah .” Syekh Abdullah Bin Bayyah