Postingan

Menampilkan postingan dengan label Life

Jangan suka berteman dengan orang pelit

Kata Gus Baha, watak itu sifatnya saling mencuri/ mempengaruhi. Watak kita adalah hasil dari pengaruh orang-orang sekeliling kita. Orang yang biasanya dermawan biasanya karena sekelilingnya adalah orang yang dermawan. Begitu juga sebaliknya. Contoh sederhana dan lumrah terjadi adalah budaya “nyumbang” ketika tetangga ada hajatan. Mulanya budaya ini adalah budaya gotong royong meringankan beban tetangga yang hajatan. Yang bisa bantu beras, bantu beras. Yang punya teh dan gula, bantu teh dan gula. Yang bisanya bantu tenaga, bantu dengan tenaga. Tapi, lama kelamaan, budaya ini menjadi budaya transaksional. Dimana kebanyakan penyumbang memilih untuk menyumbang uang dengan alasan biar nggak repot mikir, nggak repot bawa, dan si penerima lebih fleksibel membelanjakanya. Disini, watak pelit dan perhitungan mulai bermunculan. Kalau saya nyumbang 100.000 pada si A, berarti besok ketika saya ada hajatan, si A diwajibkan secara sosial untuk nyumbang 100.000 kepada saya. Atau dalam pengalaman saya...

Belajar Menulis

Belajar Menulis Fatimah Mernisi pernah bilang, bahwa menulis adalah bentuk daripada merayu, dan merayu adalah lawan daripada kekerasan. Dari situ, saya terinsipirasi untuk belajar menulis. Menulis yang pasti diterbitkan, karena nulisnya di blog pribadi :D. Awalnya saya bingung, ini mau menulis apa? Ilmiah dengan beragam footnote dan kata-kata akademik yang biasanya sengaja ditaruh oleh penulis “akademik“ biar keliahatan hokyes? Atau tulisan bebas? Atau mungkin puisi? Atau cerita fiksi biar nanti bisa saingan sama abang Tere Liye? Tapi setelah itu, baru saya sadar bahwa “bodo amat” lah tulisanya jenis apa. Yang penting saya nulis. Kebanyakan mikir, pasti nggak jadi nulis. So here we go! Tapi setelah itu muncul lagi pertanyaan, “bagaimana ya cara menulis yang bagus?” Tuh kan, nggak jadi menulis lagi. Mikir lagi. Tapi dari sini saya justru keingat dengan nasihat teman saya dulu. Dia bilang, “Kalau kamu ingin tau bagaiamana cara menulis yang bagus, maka bikinlah list tentang “a...

Berburu Lailatul Qadr

1. Kemuliaan 1000 bulan.  Kemuliaan yang setara 83 tahun. Yang bahkan tidak banyak dari kita akan berumur sebegitu panjang. 2. Malam ini diberikan untuk umat Muhammad SAW sebagai bentuk rahmat Allah dalam hal pendeknya umur umat jika dibandingkan dengan umat  nabi-nabi sebelumnya 3. Ambil contoh misalnya, nabi Adam As yang berumur 2000 tahun atau nabi Nuh dengan 950 tahun. Jika dibandingkan dengan mereka, ibadah kita jaaaauuuuhhh sekali. 4. Allah dengan rahmatnya membrikan kepada kita kemulyaan setara 83 tahun. Artinya jika kita mendapat 10 kali lailatul qodar, kemungkinan kita bisa "bersaing" dengan ibadah nabi Adam,  Nuh dan semisalnya. 5. Kapan? Yang disepakati waktunya adalah  diantara 10 hari terakhir. Banyak yang menguatkan terutama malam ganjil. Wahbah Zuhaili merajihkan malam 27 berdasar hadis marfu' dari Muawiyah dan Ibnu Mas'ud. Meski begitu, banyak yang mengatakan malam-malam lainya. 6. Kerahasiaan kapan malam lailatul qadr sangat terjaga, bahkan...

Ramadhan Menjemput Kecelakaan

Ramadhan Menjemput Kecelakaan. 1. Malaikat Jibril pernah berkata kepada Nabi: "Celaka umatmu Ya Muhammad yang diberikan kesempatan ramadhan tapi tidak mendapat ampunan Tuhanmu." Dan Nabi Muhammad mengaminkan. 2. Kenyataanya memang banyak dari kita justru menjemput kecelakaan ketika bulan Ramadhan dan bukan menjemput ampunan. 3. Kenapa? Karena banyak yang tidak mempedulikan Ramadhan. Shalat yang masih telat dan bolong.  Puasa yang banyak cacatnya. Alquran yang ntah dikemanakan. 4. Bahkan ada yang masuk Ramadhan tanpa mengetahui ilmu bulan Ramadhan. 5. Bagi mereka ini, Ramadhan seolah hanya tradisi bangun sahur-subuh-kultum-tidak makan seharian-bukber-isya-kultum-taraweh dan diakhiri dengan tidur. 6. Tanpa sadar, Ramadhan hanya dijadikan sebuah tradisi. Itulah akibatnya ketika kita masuk Ramadhan, tapi tidak tau ilmunya Ramadhan. Mulai dari ilmu hisab-rukyat, cara puasa yang baik, berbuka yang baik, dll. Pengetahuanya tentang Ramadhan, tidak berubah sejak kelas 5 S...

Alhamdulillah 1001 Iqro terbagi

Gambar
Alhamdulillah gerakan bagi bagi Iqro tahap pertama sudah selesai. 1001 Iqro dan 260 Al-Quran sudah selesai dan tinggal menunggu laporannya. Berikutnya bersiap untuk gerakan 2002 Iqro dan Al-Quran. Bagi yang ingin berpartisipasi ahlan. Bagi yang berpartisipasi dana, bisa dikirim di No Rek BRI 818001000440539 an Alda K yudha, atau di BSM 7114297277 an Anung Afriyanto. Video youtube ini dalam rangka menggunakan segala media Blog, Vlog, Whatsapp, Telegram, dan juga Facebook, untuk berdakwah. Mari jangan lalai dalam menggunakan media sosial.  :) https://www.youtube.com/watch?v=lE3xiO6Onsk&feature=youtu.be

SR: Periksa Gratis

Gambar
KH Ahmad Dahlan (au kama qola) : Hidupmu didunia ini hanya sekali,  dan itu adalah untuk taruhan. Taruhan akankah kamu bahagia atau sengsara di akhirat nanti. Bahagia atau sengsaramu kelak ditentukan "taruhanmu" di dunia. Bagi muslim, pada dasarnya,  ini adalah taruhan yang mudah. Jika kamu baik,  maka kamu bahagia,  tapi jika kamu buruk kamu akan menderita. Berbuat baik tak perlu menunggu kita baik. Cukup kelilingi hidup kita dengan orang-orang baik. Really simple. Tinggal mau atau tidak. (allahunma inni a'udzubika minal sum'ah wa riya') Acara di Sekre SR bagi2 sembako, periksa gratis, dll tanggal 26 November 2017
Gambar
SI (Solidaritas Iqro') dan MLM Pahala; Program 1001 Iqro dan 202 AlQuran (late post. kegiatan dilakukan pada 1 oktober 2017) Dalam istilah bisnis, dikenal adagium "dengan modal sekecil-kecilnya dapat menghasilkan untung yang sebesar-besarnya". Ternyata teman, adagium ini juga berlaku dalam urusan akhirat. Filosofi diatas kita gunakan untuk mengumpulkan donasi Iqro untuk dibagikan ke tempat-tempat yang membutuhkan dengan gratis. Kenapa Iqro? Karena untuk menjadi Kyai sekalipun semua bermula dari Iqro. Hafidz quran-pun bermula  dari Iqro. Ulama besar-pun juga bermula dari Iqro. Jadinya, sedekah hanya 6.250 rupiah per-iqro, tapi pahalanya jadi semacam MLM (jariyah) karena dipakai ngaji dan ngisi ngaji para Kyai, Ulama, bahkan hingga Presiden sekalipun. Ilmu agama beliau-beliau ini, berasal dari Iqro yang kita donasikan. Inilah skema MLM Pahala dengan modal kecil, tapi untungnya besar. Brilian bukan?  :D Nah, hari ini alhamdulillah saya dan temen-tem...

Solidaritas Iqro: Bagi-Bagi Nasi di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Piyungan

Waktu kita akan habis dan berlalu. Itu pasti. Bedanya, bagaimana waktu itu akan habis dan berlalu? Triknya, mari buat diri kita dikelilingi oleh orang-orang baik, maka waktu kota akan habis untuk kebaikan. Acara ini, saya diajak bagi-bagi nasi pada hari Ahad kemarin di TPST (tempat pembuangan sampah terpadu) Piyungan. Alhamdulillah acaranya berlangsung satu jam setelah acara bagi sego bareng temen-temen komunitas bagis sego. Alhamdulillah saya diajak sama temen-temen saya. Memang enak dikelilingi sama temen-temen yang baik tuh. Jadi ikut baik.

Solidaritas Iqro

Gambar
Solidsritas Iqro Komunitas Solidaritas Iqro pada dasarnya berdiri karena keinginan masyarakat desa tempat saya tinggal untuk belajar Iqro. Iqro, teman. Bukan Al-Quran. Dan ide ini muncul bukan untuk adek-adek yang masih unyu-unyu, tapi bapak-bapak kawak-kawak hebat yang ingin belajar membaca kalam Allah lagi mulai dari A-Ba-Ta. Belajar Iqro untuk Taman Kanak-Kanak itu biasa, tapi buat Taman Kawak-Kawak (maaf, ini guyonan anggota) itu luar biasa teman. Awalnya komunitas ini berdiri dimulai dengan pengajian Iqro bapak-bapak pada tanggal 16 Februari 2016, dan kemudian para anggota mengusulkan untukk membuat sebuah komunitas bernama ICS (Iqro Community and Solidarity- Komunitas dan Solidaritas Iqro). Akan tetapi kemudian diganti dengan nama Solidaritas Iqro dikarenakan nama berbahasa inggris tidak bisa didaftarkan ke Kemenkumham sebagai sebuah komintas sosial. Komunitas ini memiliki tagline "Menuju Cahaya", sebagai pengharapan bahwa dengan belajar iqro kita bisa menuju ca...