“Sesungguhnya, seluruhproblematikaumatmanusiabersumberdari “kelalaian” atau “kebodohan”. Dan tidakadapenawarnya, kecualidengan “CahayaIlmu” dan “CahayaZikir”.”
Oleh: Alda Kartika Yudha, Lc BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekonomi islam memiliki banyak produk akad/ perjanjian yang sudah mashur dikalangan para pengkajinya. Beberapa diantaranya adalah bai’ (jual beli), ijarah (sewa), mudharabah (bagi hasil), msuyarakah (kerjasama), rahn (gadai), wakalah (perwakilan), dan masih banyak lainnya. Akad-akad/ perjanjian ini bisa dikatakan sebagai akad dasar yang ada dalam perjanjian islam sejak zaman Rasulullah. Salah satu akad yang menarik untuk dibahas adalah akad ijarah (sewa) yang juga merupakan akad yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menarik untuk dibahas juga, karena dalam akad ini kemudian terjadi modifikasi dan perubahan diakibatkan kebutuhan manusia. Salah satu perubahan dari bentuk akad sewa ini adalah akad ijarah muntahiya bittamlik (IMBT) atau juga dinamakan sebagai al-Ijarah thumma al-bai’ –AITAB- (sewa kemudian beli) dan hire and purchase . [1] Akad ini menggunakan dua akad dengan cara...
Banyak yang mengatakan bahwa konservatif dan liberal itu berseberangan dan tidak bisa bersatu. Ini adalah cara pandang yang paling umum di masyarakat. Liberal dan konservatif adalah elclassico -nya sebuah pola pikir. Padahal, jika kita mau mundur 10 langkah dan melihat keduanya dari kacamata lain, sebenarnya keduanya saling membutuhkan. Orang liberal identik dengan orang yang kreatif. Berani berfikir out of the box. Di otaknya, untuk menuju Mekkah, akan terlihat banyak jalur. Menurut mereka, semua jalur bisa dilalui. Sebaliknya, orang konservatif, adalah orang yang focus dalam satu jalur. Bisa dikatakan dia tidak kreatif, tapi mereka konsisten dengan jalanya. Bagi konservatif, ketika kita sudah menemukan satu jalan aman menuju Mekkah, maka cukuplah kita mengambil jalur itu sambil mencoba membuat jalur itu lebih efektif untuk dilalui. Orang liberal dibutuhkan untuk “memulai membangun sesuatu”, sedangkan orang konservatif dibutuhkan untuk “menjaga bangunan yang ada agar tetap b...
Semakin kesini dan belajar tentang feminisme saya semakin tidak paham dengan doktrin dasar feminisme. Mungkin saya salah, tapi ideologi dasar feminisme berasal dari doktrin yang mengatakan bahwa selama ini wanita dijajah oleh masyarakat patriarki (didominasi oleh laki-laki). Parahnya generasi milenial kebawah di brainwashed untuk percaya bahwa ras laki-laki “menjajah” (oppressing) ras wanita. Tapi kalau kita lihat dalam kasus Indonesia (khusunya) tidak ada sejarah bahwasanya perempuan dikesampingkan. Ketika Sumpah Pemuda (salah satu tonggak paling bersejarah bangsa Indonesia), tidak ada laki-laki yang bilang “kamu Wanita di dapur saja”. Muhammdiyah dan NU juga mengajak Wanita untuk berjuang bersama tanpa menyingkirkan satu sama lain. Pahlawan Wanita Indonesia yang juga menjadi pemimpin perang juga banyak. Ratu-ratu di Nusantara juga tidak sedikit. Tapi era modern hingga dua hari yang lalu, feminisme masih mengatakan bahwa mereka terjajah oleh masyarakat patriarki hanya karena a...
Komentar
Posting Komentar