Oleh: Alda Kartika Yudha, Lc BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekonomi islam memiliki banyak produk akad/ perjanjian yang sudah mashur dikalangan para pengkajinya. Beberapa diantaranya adalah bai’ (jual beli), ijarah (sewa), mudharabah (bagi hasil), msuyarakah (kerjasama), rahn (gadai), wakalah (perwakilan), dan masih banyak lainnya. Akad-akad/ perjanjian ini bisa dikatakan sebagai akad dasar yang ada dalam perjanjian islam sejak zaman Rasulullah. Salah satu akad yang menarik untuk dibahas adalah akad ijarah (sewa) yang juga merupakan akad yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menarik untuk dibahas juga, karena dalam akad ini kemudian terjadi modifikasi dan perubahan diakibatkan kebutuhan manusia. Salah satu perubahan dari bentuk akad sewa ini adalah akad ijarah muntahiya bittamlik (IMBT) atau juga dinamakan sebagai al-Ijarah thumma al-bai’ –AITAB- (sewa kemudian beli) dan hire and purchase . [1] Akad ini menggunakan dua akad dengan cara...
Muakhah antara Ansar dan Muhajirin: Konsep Untuk Menolong Kaum Muallaf Minoritas Kaum Muhajirun adalah mereka yang hijrah dari Mekkah ke Madinah. Mereka meninggalkan rumah, tanah, dan bahkan keluarga mereka demi bisa sujud kepada Allah dengan aman. Zaman dulu, belum ada ATM. Uang dan harta benda belum bisa ditransfer. Maka ketika anda hijrah, anda hanya akan membawa apa yang bisa dibawa. Itupun jika tidak dihalangi oleh Kafir Quraisy. Maka di awal hijrah, kaum Muhajir banyak yang mendadak miskin, tidak punya jabatan, tidak punya tempat tinggal, dan tentunya homesick. Bisa dikatakan mereka benar-benar hanya punya Iman kepada Allah dan Rasulnya dan beberapa barang yang bisa dibawa. Kaum Ansar, benar-benar menjadi kaum terbaik (setelah Kaum Muhajir) di zaman-nya. Sesuai dengan namanya, Ansar, mereka benar-benar menolong kaum Muhajir sebisa mereka. Mereka bahkan bilang “Ya Rasulullah, kita akan memberikan setengah dari tanah-tanah kita untuk kaum Muhajir”. Tentu ...
Banyak yang mengatakan bahwa konservatif dan liberal itu berseberangan dan tidak bisa bersatu. Ini adalah cara pandang yang paling umum di masyarakat. Liberal dan konservatif adalah elclassico -nya sebuah pola pikir. Padahal, jika kita mau mundur 10 langkah dan melihat keduanya dari kacamata lain, sebenarnya keduanya saling membutuhkan. Orang liberal identik dengan orang yang kreatif. Berani berfikir out of the box. Di otaknya, untuk menuju Mekkah, akan terlihat banyak jalur. Menurut mereka, semua jalur bisa dilalui. Sebaliknya, orang konservatif, adalah orang yang focus dalam satu jalur. Bisa dikatakan dia tidak kreatif, tapi mereka konsisten dengan jalanya. Bagi konservatif, ketika kita sudah menemukan satu jalan aman menuju Mekkah, maka cukuplah kita mengambil jalur itu sambil mencoba membuat jalur itu lebih efektif untuk dilalui. Orang liberal dibutuhkan untuk “memulai membangun sesuatu”, sedangkan orang konservatif dibutuhkan untuk “menjaga bangunan yang ada agar tetap b...
Komentar
Posting Komentar