Nikah Beda Ideologi Prespektif Kebhinekaan

Nikah beda ideologi prespektif kebinekaan

Konon, Ahmadinejad saking bingungnya akan perselisihan antara Syiah dan Sunni yang semakin meruncing, membuat sebuah peraturan yang intinya akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang mau menikah cross-ideologi alias nikah antara sunni dan syiah. Hal ini dilakukan agar clash antar ideologi bisa berkurang.

Ide ini menarik untuk diadopsi oleh Indonesia, agar ikatan ke-Indonesia-an antar bangsa lebih kuat dan tidak gampang goyah. Pernikahan anak Amin Rais yang cross antara NU-Muhammadiyah atau anak pak Jokowi (Kahiyang-Bobby) yang cross Solo-Batak, bisa menjadi solusi untuk memperkuat hubungan kebangsaan dan tidak menonjolkan primordialisme. Nice example dari tokoh bangsa kita.

Meskipun ini akan memeperkuat persaudaraan kita,  sayangnya (subjektif penulis) persatuan kita sekarang terkoyak bukan karena premodialisme, tapi lebih kepada ketidakadilan baik dalam hukum maupun (bahkan) sejak dalam berfikir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akad IMBT (Ijarah Muntahiya Bitamlik); Sebuah Kajian Deskriptif Dan Perbandingan

Konservatif dan Liberal: Cara pandang baru

Feminisme: Seni menyalahkan laki-laki untuk semua masalah